MODUL AKIDAH AKHLAK KELAS 5 MI SEMSTER II (GENAP)
KALIMAT TAYYIBAH : TARJI'
KOMPETENSI INTI
|
1. |
Menerima dan
menjalankan ajaran agama yang dianutnya, |
|
2. |
Menunjukkan perilaku
jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, dan percaya diri dalam
berinteraksi dengan keluarga, teman, guru dan tetangganya. |
|
3. |
Memahami pengetahuan
faktual dengan cara mengamati (mendengar, melihat, membaca) dan menanya
berdasarkan rasa ingin tahu tentang dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan
kegiatannya, dan benda-benda yang dijumpainya di rumah, di sekolah dan tempat
bermain. |
|
4. |
Menyajikan pengetahuan
faktual dalam bahasa yang jelas dan logis dalam karya yang estesis, dalam
gerakan yang mencerminkan anak sehat, dan dalam tindakan yang mencerminkan
perilaku anak beriman dan berakhlak mulia. |
KOMPETENSI DASAR
|
1.6 |
Menerima
kebesaran Allah Swt, melalui kalimat tarji’ (inna lillahi wa inna ilaihi
rooji’un) |
|
2.6 |
Menunjukkan
sikap disiplin dan tanggung jawab sebagai wujud mempelajari makna kalimat
tarji’ (inna lillahi wa inna ilaihi rooji’un) |
|
3.6 |
Memahami
makna dan ketentuan penerapan kalimat tarji’ (inna lillahi wa inna ilaihi
rooji’un) |
|
4.6 |
Menghafalkan
bacaan dan arti kalimat tarji’ (inna lillahi wa inna ilaihi rooji’un) |
A. Mengenal Kalimat Tarji'
Kalimat tarji’ berbunyi إِنَّا لِلّٰهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُوْنَ (inna
lillahi wa inna ilaihi rooji’un). Kalimat tersebut mempunyai arti “Sesungguhnya
kita milik Allah dan hanya kepada-Nya kita kembali”. Maksudnya bahwa segala
sesuatu yang ada di alam semesta ini adalah milik dan ciptaan Allah, maka kelak
semuanya akan kembali kepada yang menciptakannya.
Kalimat tarji' atau yang sering disebut dengan kata Istirja' biasanya diucapkan saat seseorang sedang tertimpa musibah atau cobaan. Mislanya pada saat seseorang diantara kita meninggal dunia atau terkena bencana, seperti tsunami, tanah longsor, banir, terpeleset, atau hal-hal kecelakaan lainnya.
Sesungguhnya setiap musibah yang menimpa manusia disebabkan oleh ulah manusia itu sendiri. Musibah tersebut ditimpakan oleh Allah sebagai peringatan agar manusia kembali ke jalan yang benar. Bahkan jika semua kesalahan manusia dibalas langsung oleh Allah dengan musibah, bisa jadi seumur hidup manusia dicerca dengan berbagai musibah. Hanya saja banyak kesalahan manusia itu diampuni oleh Allah Swt, sehingga musibah yang menimpa manusia tidak terlalu banyak.
Sebagaimana
dalam Al-Qur'an Surat Al-baqarah ayat 156 yang berbunyi :
اَلَّذِيْنَ
إِذَا أَصٰبَتْهُمْ مُصِيْبَةٌ قَالُوْا إِنَّا لِلّٰهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ
رَاجِعُوْنَ
Artinya :
“(yaitu) orang-orang yang apabila
ditimpa musibah, mereka mengucapkan “Innalillahi wa inna ilaihi roji’un.”
Sesunggunnya kami adalah kepunyaan Allah dan kepada Allah jua kami kembali.”
Bacaan
tersebut dikenal dengan sebutan tarji’ atau istirja’ yang merupakan fase umat
Islam apabila tertimpa musibah, dan biasanya diucaplan apabila menerima kabar
duka cita dari seseorang. Umat islam yakin bahwa Allah adalah Esa yang
memberikan dan mengambil segala sesuatu dari hamba-Nya dan Dia pula berhak
menguji hambanya yang beriman. Oleh karenanya umat islam sepenuhnya menyerahkan
diri kepada Allah ﷻ dan
bersyukur kepada-Nya atas segala sesuatu yang mereka terima. Pada masa yang
sama mereka bersabar dan menyebut ungkapan ini saat menerima musibah atauy
cobaan hidup. Kemudian dalam syariat
Islam jika seorang muslim tertimpa musibah kemudian ia bersabar danb
menerimanya dengan ikhlas ia mengucapkan kalimat tarji’ maka Allah akan
memberikan pahala untuknya.
Dengan memahami kalimat tarji’
diharapkan akan muncuk keyakinan bahwa segala sesuartu yang terjadi pada diri
kita baik untuk maupun rugi, berkah atau musibah segalanya adalah mutlak
kehendak dari Allah ﷺ
semua yang ada pada diri kita harus diakui dengan tulus bahwa kita ini milik
Allah ﷻ dan
pada waktunya akan kembalio pada-Nya.
كُنْ صَلَّ عَلَى سَيِّدِنَا
مُحَمَّدْ
B.
C.

0 Response to "MODUL AKIDAH AKHLAK KELAS 5 MI SEMESTER II (GENAP)"
Posting Komentar