PIDATO BAHASA ARAB UNTUK ANAK SD/MI
اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ
اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
اَلْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَـمِيْنَ.
نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ سُرُوْرِ أَنْفُسِنَا
وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا. مَنْ يَّـهْدِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُّضْلِلْ
فَلَا هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إلَهَ إلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَاشَرِيْكَ لَهُ.
وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ
وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِينْ. أَمَّا
بّعْدُ :
أَيُّـهَا الْحُكَّامِ اْلكِرَامْ, وَيَا أَيُّـهَا اْلإِخْوَانِيَ اْلأَعِزَّآءِ.
أَوَّلًا, نَشْكُرُ اللهَ عَزَّ وَجَلَّ, اَلَّذِى
قَدْ أَعْطَانَا نِعَمًا كَـثِيْرَةً, وَبِـهَا نَسْتَطِيْعُ أَنْ نَحْتَفِلَ فِى
هَذَا الْـمَكَانِ الْـمُبَارَكْ.
ثَانِيًا, صَلَاةً وَّسَلَامًا دَائِمَيْنِ مُتَلَازِمَيْنِ
عَلَى حَبِيْبِنَا الْـمُصْطَفَى سَيِّدِنَا وَمَوْلَانَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ
عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سَيِّدُ الْخَلْقِ وْالَخُلُقِ.
اْلآنَ, فِى هَذِهِ الْفُرْصَةِ الطَّيِّبَةِ, أُرِيْدُ
أَنْ اُلْقِيَ الْخُطْبَةَ أَمَامَ الْـمُسْتَمِعِيْنَ تَحْتَ الْـمَوْضُوْعِ :
"اْلإِخْتِلَافُ فِى هَذَا الْبَلَدِ رَحْمَةً" قَالَ اللهُ تَعَالَى فِى كِتَابِ اْلكَرِيْمِ :
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ, إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِّنْ ذَكَرٍ أَوْ أُنْثَى
وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوْبًا وَّقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوْا. إنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ
اللهِ أَتْقَاكُمْ, إِنَّ اللهَ عَلِيْمٌ خَبِيْرٌ. صَدَقَ اللهُ الْعَظِيْمُ.
خَلَقَ اللهُ تَعَالَى النَّاسَ شُعُوْبًا وَّقَبَائِلَ مُخْتَلِفَةً لِّتَعَارَفَ بَعْضُهُمْ بَعْضًا. بِـهَذَا اْلإِخْتِلَافِ كُنَّا نَسْتَطِيْعُ أَنْ نَتَمَتَّعَ بِجَمَالٍ وَعَجَائِبٍ مَخْلُوْقَاتِ اللهِ فِى هَذِهِ الدُّنْيَا كَمَا نَسْتَطِيْعُ أَنْ نَتَدَبَّرَ وَنَتَفَكَّرَ جَمَالَ هَذِهِ الْحَيَاةِ. لَوْ كَانَ كُلُّ إِنْسَانٍ مَثَلًا أَسْوَدُ اللَّوْنِ, لَوْ كَانَ كُلُّ إِنْسَانٍ مَثَلًا يَتَكَلَّمُ بِلُغَةٍ وَاحِدَةٍ, لَوْ كَانَ النَّاسُ كُـلُّهُمْ يَشْتَغِلُوْنَ فِى كَسَبٍ وَاحِدٍ, مَاأَقْبَحَ هَذِهِ اْلحَيَاةِ الَّتِى يَحْيَاهَا اْلإِنْسَانُ, فَتَــكُوْنُ لَاقِيْمَةً لَهَا وَلَا تَجْدِىْ نَفْعًا بَلْ تَـــكُوْنُ هَذِهِ الْحَيَاةِ قَانِطَةً.
أَيُّـهَا اْلحَاضِرُوْنَ رَحِمَكُمُ اللهُ.
إِذَا نَظَرْنَا إِلَى التَّارِيْخِ, عِنْدَ مَا أَصْبَحَ
سَيِّدُنُا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رِئِيْسُ الدَّوْلَةِ, إِنَّهُ
يَحْتَرِمُ إِخْتِلَافِ أُمَّتِهِ, وَقَدْ قَادَ الرَّسُوْلُ النَّاسَ بِحِكْمَةٍ,
حَتَّى تَشْعُرُ كُلُّ قَوْمٍ مَرِيْحَةٍ مَعَهُ. وَكَانَتْ هُنَاكَ مِنَ اْلأَدْيَانِ
وَالْقَبَائِلِ الْـمُخْتَلِفَةِ, لِأَنَّ فِى اْلـمَدِيْنَةِ لَيْسَ اْلإِسْلَامُ
فَقَطْ. وَلَــكِنْ كَانَتْ هُنَاكَ مِنَ النَّصَارَى وَالْيَـهُوْدَ أَيْضًا.
إِخْوَانِيَ الْكِرَامْ!
الآنَ نَنْظُرُ فِى بَلَدِنَا إِنْدُوْنِيْسِيَّا
الْـمَحْبُوْبَ فِى هَذَا الْبَلَدِ تَعِيْشُ قَوْمٌ مِنْ شُعُوْبٍ وَقَبَائِلٍ وَأَدْبَانٍ
مُتَنَوِّعَةٍ, لَيْسَ كَذَالِكَ؟ هُنَا كَانَتْ قَبِيْلَةُ جَاوَى, وَقَبِيْلَةُ
مَادُوْرَا, وَقَبِيْلَةُ سَاسَاكْ وَغَيْرُ ذَلِكَ. هُنَا تَعِيْشُ أَدْبَانٌ مُخْتَلِفَةٌ
أَيْضًا, مِنْهَا اْلإِسْلَامُ وَالنَّصَارَى وَالْهِنْدُوْ وَالْبُوْذِيِّ وَاخْتِلَافٍ
كَثِيْرَةٍ فِى مَسْئَلَةٍ أُخْرَى؟
وَلَـــكِنْ, مَا حَدَثَ هُنَا ؟
تِلْكَ اْلإِخْتِلَافُ تَــــكُوْنُ عَدَاوَةً بَيْنَنَا,
كَثِيْرٌ مِنَ اْلعَدَاوَةِ تُوْلَدُ بِسَبَبِ اْلإِخْتِلَافِ فِى الدِّيْنِ وَالْقَبَائِلِ.
مَثَلًا, فِى أَمْبُونْ وَفِى سَامْفِيتْ وَأَمَاكِنٌ كَثِيْرِةٌ أُخْرَى.
أَيُّـهَا اْلـمُسْتَمِعُوْنَ !
لِـمَاذَا يَحْدُثُ ذَلِكَ؟ لَيْسَ سِوَى لِقِلَّةِ
فَهْمِهِمْ عَلَى شَرِيْعَةِ اْلإِسْلَامِ. لِأَنَّ اْلإِسْلَامَ يَنْظُرُ اْلإِخْتِلَافِ
هُوَ نِعْمَةٌ وَبَرَكَةٌ. كَمَا قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
: إِخْتِلَافُ أُمَّتِى رَحْمَةٌ (رَوَاهُ الْبَيْــهَقِى). فَلِذَلِكَ, نَجِبُ عَلَيْنَا
أَنْ نَّتْبَعَ مَا عَمِلَ بِقَوْلِ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
حَتَّى إِذَا نَجِدُ إِخْتِلَافًا فِى بَلَدِنَا نَجْعَلُهُ عَدَاوَةً, بَلْ عَكْسُهُ,
نَجْعَلُهُ نِعْمَةً وَرْحَمَةً بَيْنَنَا.
كَفَيْتُ كَلَامِى فِى هَذِهِ الْفُرْصَةِ. وَإِذَا
وَجَدْتُمْ مِنِّى خَطَيَاتٍ أَطْلُبُ الْعَفْوَ مِنْكُمْ, وَإِلَى اللِّقَاءِ فِى
وَقْتٍ أُخْرَى.
شُكْرًا عَلَى حُسْنِ اهْتِمَامِكُمْ, وَاللهُ الْـمُوَافِقُ
إِلَى أَقْوَمِ الطَّرِيْقِ,
وَالسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ
اللهِ وَبَرَكَاتُهً.
الحَمْدُ للهِ الْمَلِكِ
الدَّيَّانِ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى مُحَمَّدٍ سَيِّدِ وَلَدِ
عَدْنَانَ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَتَابِعِيْهِ عَلَى مَرِّ الزَّمَانِ
وَأَشْهَدُ أَنْ لَّا إِلهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ
الْمُنَـزَّهُ عَنِ الْجِسْمِيَّةِ وَالْجِهَةِ وَالزَّمَانِ وَالْمَكَانِ،
وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الَّذِيْ كَانَ
خُلُقُهُ الْقُرْآنَ أَمَّا بَعْدُ، عِبَادَ الرَّحْمٰنِ، فَإنِّي أُوْصِيْكُمْ
وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللهِ المَنَّانِ، الْقَائِلِ فِي كِتَابِهِ الْقُرْآنِ:
ظَهَرَ الْفَسَادُ فِى الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ اَيْدِى النَّاسِ
لِيُذِيْقَهُمْ بَعْضَ الَّذِيْ عَمِلُوْا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُوْنَ
Jamaah Jumat
Rahimakumullah Tidak bosan-bosannya khatib mengingatkan diri sendiri dan jamaah
Jumat yang berbahagia untuk selalu berupaya meningkatkan kualitas takwallah.
Yakni dengan menjalankan perintah dan menjauhi yang dilarang. Percayalah bahwa
dengan terus menjaga dan meningkatkan takwallah, maka aneka solusi hidup akan
kita dapat temukan di tengah persaingan dan tantangan yang tidak ringan.
Hadirin yang Berbahagia Seperti diketahui bahwa kita adalah makhluk yang telah
dikaruniai berbagai macam kenikmatan, karenanya marilah terus menguatkan rasa
syukur kepada Allah SWT. Kita harus terus mengingat berbagai nikmat yang tidak
bisa kita hitung satu-persatu, anugerah-Nya kepada kita di antaranya adalah
nikmat kesehatan sehingga bisa menjalankan ibadah sebagai tugas utama hidup di
muka bumi ini. Kesehatan jiwa dan raga ini harus terus kita jaga dengan
berbagai macam usaha, karena kita akan merasakan pentingnya kesehatan
ketika sakit dan penyakit sudah menyerang badan. Di antara usaha menjaga
kesehatan diri adalah dengan menerapkan pola hidup sehat dan menjaga lingkungan
sekitar. Pola hidup sehat dapat dilakukan dengan senantiasa mengetahui kondisi
kesehatan tubuh dan melakukan deteksi dini kemungkinan penyakit yang diderita.
Kita mestinya lebih tahu dan paham tentang kondisi tubuh sendiri serta hal-hal
apa yang sebaiknya dilakukan dan hindari, agar kesehatan tetap terjaga.
Kemudian, berolahraga juga menjadi bagian penting dari menjaga kesehatan dengan
memilih aktivitas yang menyenangkan dan tentunya menyehatkan. Pola dan jenis
makanan yang dikonsumsi juga akan berpengaruh kepada kesehatan sehingga
sebaiknya kita mengontrol asupan makanan yang kita konsumsi setiap hari. Asupan
makanan dan minuman pun tidak boleh berlebihan sebagaimana ditegaskan dalam
Al-Quran surat Al-A’raf: 31: يٰبَنِيْٓ اٰدَمَ خُذُوْا
زِيْنَتَكُمْ عِنْدَ كُلِّ مَسْجِدٍ وَّكُلُوْا وَاشْرَبُوْا وَلَا تُسْرِفُوْاۚ
اِنَّهٗ لَا يُحِبُّ الْمُسْرِفِيْنَ Artinya: Wahai anak cucu Adam! Pakailah pakaianmu
yang bagus pada setiap (memasuki) masjid, makan dan minumlah, tetapi jangan
berlebihan. Sungguh, Allah tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan. Baca
Juga Berikut Ketentuan Rukun Khutbah dan Penjelasannya Di antara upaya lain
untuk senantiasa menjaga kesehatan tubuh adalah dengan menjaga keseimbangan
kehidupan diri dan sosial, menghentikan kebiasaan buruk yang dapat menimbulkan
penyakit, dan mencukupi waktu istirahat. Dengan ikhtiar ini mudah-mudahan
nikmat kesehatan tubuh akan senantiasa menaungi kita sehingga dapat menjalankan
aktivitas kehidupan dengan baik dalam rangka beribadah kepada Allah SWT.
Hadirin Rahimakumullah Selain menjaga kesehatan diri, kita juga tidak boleh
lupa untuk menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan. Akan sulit terwujud
kesehatan diri ketika lingkungan di sekitar tidak mendukung. Jika tidak menjaga
keseimbangan alam dan dan tidak ramah kepada lingkungan, maka sebenarnya kita
juga sedang tidak berlaku ramah dengan ayat-ayat Allah. Kita perlu menyadari
bahwa lingkungan dan alam sekitar adalah merupakan ayat kauniyah yakni tanda-tanda
kebesaran Allah, selain yang terdapat dalam Al-Quran. Ayat-ayat kauniyah ini
harus diperlakukan dengan ramah seperti halnya sikap kita memuliakan ayat
qauliyah, yakni ayat-ayat berupa firman Allah SWT yang bisa dibaca
dalam kitab suci Al-Qur'an. Kita perlu memperhatikan firman Allah dalam
surat Ar-Rum ayat 41 berikut ini: ظَهَرَ الْفَسَادُ فِى
الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ اَيْدِى النَّاسِ لِيُذِيْقَهُمْ بَعْضَ
الَّذِيْ عَمِلُوْا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُوْنَ Artinya : Telah tampak kerusakan di darat dan di laut
disebabkan karena perbuatan tangan manusia; Allah menghendaki agar mereka
merasakan sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke
jalan yang benar). Baca Juga Berapa Durasi Khutbah Jumat yang Ideal ? Tafsir
Al-Qur’an Kementerian Agama RI menyebutkan bahwa dalam ayat ini diterangkan
telah terjadi al-fasad di daratan dan lautan. Al-Fasad adalah segala bentuk
pelanggaran atas sistem atau hukum yang dibuat Allah, yang diartikan dengan
"perusakan". Perusakan ini bisa berupa pencemaran alam sehingga tidak
layak lagi didiami, atau bahkan penghancuran alam sehingga tidak bisa lagi
dimanfaatkan. Perusakan ini sendiri terjadi akibat perilaku manusia, misalnya
eksploitasi alam yang berlebihan, peperangan, dan dampak kemajuan teknologi
yang dilakukan manusia. Jamaah yang Dirahmati Allah SWT Perilaku ini
tidak mungkin dilakukan orang yang beriman dengan keimanan yang sesungguhnya
karena orang beriman tahu bahwa semua perbuatannya akan dipertanggungjawabkan
nanti di depan Allah SWT. Sehingga bisa dikatakan bahwa tolok ukur kesalihan
seseorang bisa terlihat salah satunya dari kesalihan lingkungan yang terwujud
dalam komitmen menjaga lingkungan agar tetap seimbang dan memberi kemaslahatan
bagi kehidupan. Sebagai khalifah di muka bumi ini, kita harus mengikuti dan
mematuhi semua hukum Allah, termasuk tidak melakukan kerusakan terhadap sumber
daya alam yang ada. Kita juga harus bertanggung jawab terhadap keberlanjutan
kehidupan di bumi ini karena diciptakan dan ditundukkan oleh Allah SWT sebagai
tempat kediaman manusia dan tentu kita tidak boleh memperlakukannya semau
sendiri. Artikel diambil dari: Khutbah Jumat: Korelasi antara
Kesalehan Diri dan Lingkungan Perlu diketahui, dalam Al-Qur’an, Allah
SWT menyebut kata bumi sebanyak 453 kali, lebih banyak daripada menyebut kata
langit atau surga yakni sebanyak 320 kali. Hal ini memberi kesan kuat tentang
kebaikan dan kesucian bumi sehingga debu saja dapat menggantikan air dalam
bersuci. Ada semacam kesakralan dan kesucian dari bumi, sehingga merupakan
tempat yang baik untuk menyembah Allah, baik dalam bentuk formal maupun dalam
perikehidupan kita sehari-hari. Rasulullah SAW bersabda: وَجُعِلَتْ لِي الْأَرْضُ
مَسْجِدًا وَطَهُورًا
Artinya: Bumi diciptakan untukku sebagai masjid dan sebagai alat untuk
bersuci. (Riwayat Abu Dawud dan Ibnu Majah dari Abu Hurairah) Jamaah
Jumat yang Berbahagia Melalui penjelasan ini, mari kita terus menguatkan
komitmen untuk melakukan revolusi cinta terhadap lingkungan baik pada level
individu maupun kelompok sebagai perwujudan kesalihan dan ibadah kita baik
dalam dimensi horizontal kepada sesama maupun vertikal kepada Allah SWT. Semua
ini bisa kita mulai dari diri kita sendiri dan dimulai dari hal-hal kecil
seperti membuang sampah pada tempatnya serta menjaga kebersihan sanitasi
lingkungan. Mari perkuat kesalihan diri dengan mewujudkan kesalihan lingkungan.

0 Response to "CONTOH PIDATO BAHASA ARAB TINGKAT SD/MI"
Posting Komentar