KISAH CERITA NABI AYYUB DAN RAHMAH

KISAH CERITA NABI AYYUB DAN RAHMAH


Demi menunjang prestasi pserta didik, dari Kelompok Kerja Madrasah (KKM) 1 Purwodadi, mengadakan lomba pidato untuk anak tingkat MI, yang diselenggarakan di MI Pancan Kecamatan Purwodadi. 


Sebagai bahan pembelajaran bagi peserta lomba, berikut kami nukil sedikit teks pidato PAI kisah nabi Ayub dan sitrinya. karena keterbatasan waktu, maksimal 10 menit, maka teks pidato ini dibuat sesingkat-singkatnya. semoga dapat menjadi inspirasi dan menambah keimanan bagi kita semua


Assalamu’alaikum Wr.Wb

Dewan juri yang terhormat, teman, sahabat dan kerabat
Masih semangat ....??
Semoga Allah selalu memberi rahmat, selamat dunia dan akhirat

Ayo kawan mari dengarkan
Cerita nabi yang ku kisahkan
Nabi Ayub AS
Beliau Rosul jadi teladan
Nabi Ayub AS
Rosul yang mulia karena kesabaran

Nabi Ayub adalah cucu Nabi ishak AS. Beliau adalah Nabi Allah yang memiliki tingkat kesabaran paling tinggi. Sehingga para malaikatpun memujinya, namun beliau sangat di benci oleh iblis.

Iblis : “hai ayub...kamu takwa pada Allah hanya karena kamu takut Allah mengambil kekayaanmu dan kemulyaanmu”
Iblispun menemui Allah dan berkata : “Tuhan...ayub itu sesungguhnya tidak ikhlas bersujud kepadamu dia hanya menginginkan nikmat kekayaan yang atas kemulyaanya

Allahpun memberikan izin kepada iblis untuk memuji kesabaran Nabi ayub.
Demikianlah mereka membinasakan hewan peliharaan nabi ayub, lumbung – lumbung gandum dan lahan pertaniannya musnah terbakar. Mereka mendatangi putra – putra nabi ayub di gedung yang besar dan megah. Mereka menggoyangkan tiyang – tiyang gedung, sehingga gedung itu roboh, dan anak – anak nabi ayub semuanya meninggal dunia.

Namun, beliau tetap berbaik sangka dan bersujud, “Ya Allah...semua yang aku miliki hanya milikmu, kini...sudah tiba saatnya engkau mengambilnya”.
Iblispun menjadi semakin geram, “ehh...apa yangs semua aku lakukan gagal

Lalu atas izin Allah iblispun melimpahkan sebuah penyakit kepada nabi ayub, penyakit kulit yang begitu menjijikkan, sampai – sampai dia di usir dari kampungnya sendiri. Namun beliau tetap beribadah dan  bersyukur kepada Allah.
Merasa usahanya tidak berhasil, iblispun menghasut istrinya Rahmah dengan menyamar menjadi seorang laki – laki.
Iblis : “Wahai istri ayub...apakah kamu tidak bosan dengan keadaan ayub sekarang...??
Rahmah : “ sebenarnya aku sudah tidak kuat lagi,Ya allah ...sampai kapan cobaan ini akan berakhir “
Iblis : “wah rencanaku berhasil...berhasil, lalu kenapa kau tidak meninggalkannya saja..?

Dengan berat hati Rahmahpun meninggalkan Nabu ayub sendirian, sepeninggal Rahmah nabi ayub pun masih sakit
Nabi Ayub : “wahai tuhanku sesungguhnya aku telah sabar dengan kepayahan dan siksaan”.
Allah berfirman :“hentakkanlah kakimu...inilah air yang sejuk untuk mandi dan untuk minum”.


Keluarlah air dari dalam tanah, di hentakkan kaki nabi ayub. Beliau segera mandi dan meminum air tersebut. Dan subhanallah...seketika itu juga beliau sembuh total dari penyakitnya. Dan tak lama berselang rahmah pun kembali pulang kepada nabi ayub. Rahmah tidak mendapatkan nabi ayub, ia hanya melihat seorang lelaki berbadan tegap dan berwajah tampan, dan dia tidak menyadari bahwa lelaki tersebut adalah nabi ayub suaminya.

Nabi Ayub : “Rahmah...Rahmah... ini aku Ayub suamimu...”
Rahmah : “tidak mungkin...ayub sedang sakit dengan penyakit yang begitu menjijikkan”, ayub...ayub...suamiku diman engkau...bagaimana keadaanmu sekarang ???
Nabi Ayub : “Rahmah...Rahmah ini aku ayub suamimu, allah telah menolongku”.


Setengah tidak percaya rahmahpun memandangi nabi ayub AS.
Rahmah : “ kau...kau...ayub suamiku...”. terima kasih ya allah...Ayub suamiku....(berlari saling berpelukan).
Merekapun berpelukan melepas rasa rindu yang begitu mendalam .

Singkat cerita, allah juga mengembalikan keluarganya dan memberinya berlipat – lipat kekayaan dan kemulyaan rizki.
Teman – teman demikian tadi kisah nabi ayub yang dapat saya ceritakan. Semoga kita dapat mengambil hikmah dari cerita tadi.
Wal’afwu minkum

Wassalamualaikum Wr. Wb.


0 Response to "KISAH CERITA NABI AYYUB DAN RAHMAH"

Posting Komentar