DARING SKI KELAS 6 PART 001 SUNAN KALIJAGA

 

SEJARAH KEBUDAYAAN ISLAM (SKI) KELAS 6 SEMESTER GENAP

TAHUN AJARANH 2020/2021

SUNAN KALIJAGA

Senin, 1 Februari 2021

          Assalamu’alaikum warohmatullohi wabarokatuh, selamat pagi anak-anak siswa siswi MI Falaqiyah kelas 6, pada kesempatan kali ini kita akan mempelajari pelajaran Sejarah Kebudayaan Isalm (SKI) di jumpa perdana pada edisi semester genap tahun pelajaran 2020/2021 ini.

1.        Riwayat dan Silsilah Sunan Kalijaga

Sunan kalijaga merupkan salah satu dari Walisongo  yang menyebarkan Agama Islam terutama di pulau Jawa, karena kemampuannya memasukkan pengaruh Islam ke dalam tradisi Jawa. beliau lahir sekitar tahun 1450 Masehi. Sunan kalijaga adalh putra dari Raden Sahur atau Tumenggung Wilatikta Adipati Tuban dan Ibunya bernama Dewi Nawang Arum Binti Jaka Tarub. Kakeknya bernama Aria Teja atau Abdurrahman, seorang keturunan Arab yang silsilahnya bersambung dengan sayyidina Abbas bin Abdul Muthalib paman Rasulullah . .



Nama lain dari Sunan Kalijaga antara lain : Lokajaya, Syaikh Malaya, Pangeran Tuban,Raden Syahid, dan raden Abdurrahman. Disebut Kalijaga (orang yang menjaga kali/sungai), karena Sunan Kalijaga pernah bertapa di tepi sungai selama kurang lebih tiga tahun untuk menjaga tongkat Sunan Bonang gurunya.

Sunan Kalijaga menikah dengan Dewi Saroh binti Maulana Ishaq, dan memiliki 3 (tiga) putra yakni Raden Umar Said (Sunan Muria), Dewi Rakayuh dan Dewi Sofiyah.

Melihat kondisi ini, Raden Syahid memperhatikan para pejabat yang sewenag-wenang atas kekuasaannya hingga mengambil paksa sebagian  harta mereka untuk diberikan kepada orang-orang yang membutuhkan. Apa yang dilakukakn Raden Syahid diketahui oleh ayahnya dan diusir dari rumah dan tinggal dihutan jati jenar. Disitu orang orang mengenalnay dengan Lokajaya.

Perubahan drastis dalam pribadinya terjadi ketika ia merampas tongkat Sunan Bonang yang berdaun emas. Sunan Bonang menyayangkan sikapnya yang memberi rakyat jelata dari hasil pengambilan paksa. Kemudian Sunan Bonang menasehatinya “bagai wudhu dengan air kencing” tindakannya yang berniat baik tetapi dilakukan dengan cara yang kotor. Sunan Bonang pun menunjukkan kemampuannya merugab buah aren menjadi emas. Peristiwa ini yang membuat Raden Syahid menyesali perbuatannya, belajar dan berusaha menjadi manusia yang agung sampai diangkat menjadi anggota Walisongo. Nama Kalijaga dikaitkan dengan cerita perjalanannya bersama Syekh Siti Jenar ke beberapa tempat di jawa untuk membersihkan tempat-tempat angker yang menjadi tempat pemujaan dewa-dewa.

Ia mengawali dakwahnya di wilayah Cirebon, disana Sunan Kalijaga mengislamkan penduduk Indramayu dan Pamanukan. Setelah cukup lama berdakwah Sunan Kalijaga melakukan uzlah atau mengasingkan diri untuk beribadah selama tiga bulan di pulau Upih, Malaka, dan Malaysia. Kemudian menlanjutkan kembali dakwahnya selama beberapa tahun menyiarkan Islam di Cirebon. Mula-mula ia menyamar sebagai marbot masjid  Sang Cipta Rasa. Di masjid inilah ia bertemu dengan Sunan Gunung Jati. Kemudian menikahkannya dengan Siti Zaenab Adik dari Sunan Gunung Jati putri Syekh Datuk Abdul Jalil atau Syekh Siti Jenar. Dari pernikahan ini Sunan Kalijaga memiliki putra bernama Watiswara, yang kemudian hari dikenal dengan sebutan Sunan Panggung sebagai penerus perjuangannya.             

2.        Perjuangan Sunan kalijaga dlaam Beradakwah

     Diusia remaja. Tumbuh menjadi ilmuwan silat dan remaja yang kontroversi di mata orang Tuban. Sisi lain  dari Raden Syahid adalah ia banyak bergaul denga rakyat jelata meski ia anak seorang bangsawan. Rupanya ia menyaksikan korupsi para pejabar pemerintah yang memungut upeti kepada rakyat jelata. Sunan Kalijaga sejak kecil sebagai putera Adipati hidup serba kemudahan. Namun, hal itu tidak membuatnya senang. Sehari-hari ia bergaul dengan rakyat jelata daripada bergaul dengan anak-anak dari kalangan bangsawan. Suatu hari, ketika ditemu rakyat dalah penderitaan dan masih dibebani oleh kewajiban pajak. Sunan Kalijaga sangat prihatin, maka diam-diam beliau mengambil bahan makanan untuk upeti  kerajaan Majapahit  yang disimpan di gudang ayahnya, untuk kemudian dibagikan kepada rakyat miskin. Beberapa kali hal itu dilakukannya, pada akhirnya aksi Sunan Kalijaga diketahui oleh para prajurit ayahnya. Sunan Kalijaga dihukum cambuk dua ratus kali pada tangannya dan disekap beberapa hari. Setelah masa hukuman selesai Sunan Kalijaga meninggalkan istana dan hidup berkelana hinggg pada akhirnya ia bertemu dengan Sunan Bonang dan berguru kepadanya.

Sunan Klaijaga merupakan murid yang cerdas. Dari Sunan Bonang pula ia mendapat ide dalam aksi berdakwahnya, yakni dengan jalur gamelan dan wayang. Dalam berdakwah, Sunan Kalijaga menerapkan apa yang telah diterapkan pula oleh gurunya yakni dengan menggunaklan kesenian dan kebudayaan sebagai sarana untuk berdakwah, antara lain : seni ukir, dan lukis, wayang, menulis arab Pegon, bermain gamelan, serta seni olah suara. Metode yang diterapkannya tersebut ternyata sangat efektif. hal ini dibuktikan dengan banyaknya rakyat Jawa yang memeluk agama Islam  dan beberapa Adipati  di Jawa, diantaranya Adipati Pandanaran, Kartasura, Kebumen, Banyumas, serta Pajang.

Selainj di Jawa tengah, Sunan Kalijaga berdakwah sampai ke Jawa Barat. Beliau angat arif dan bijaksana dalam berdakwah sehingga dapat diterima oleh masyarakat luas. Sunan Kalijaga juga dikenal memiliki wilayah berdakwah paling luas dengan cara berkeliling dari satu tempet ke tempat lainnya. Beliau juga dikenal sebagai dalang, pengubah tembang, penari topeng, perancang pakaian takwa, perancang alat-alat pertanian, dan penasehat sultan.

Sunan Kaliojaga ketika lanjut usia, beliau memilih tempat di Kadilangu Demak sebagai tempat terakhirnya hingga wafat. Diantara peninggalan Sunan Kalijaga antara lain :

a.        Tembang Jawa Lir-ilir

b.        Tembang Gundul-gundul pacul

c.         Baju takwa, perayaan sekaten, grebeg maulud

d.        Lanskap pusat kota berupa keraton, alun-alun dengan  dua pohon beringin serta masjid disebelah utaranya.

3.        Peran Sunan Kalijaga dalam mengembangkan Islam di Jawa

Di pulau jawa, Sunan Kalijaga memegang peran penting dalam berdakwah menyebarkan ajaran agama islam. Peran itu antara lain :

a.        Menanamkan nilai-nilai Islami melalui seni wayang.

Dimasa Majapahit, pertunjukan wayang berkaitan dengan kegiatan keagamaan Hindu-Budha dan menjadi sarana momunikasi yang paling efektif pada masa itu kepada masyarakat. Karena itu, Sunan Kalijaga berdakwah melalui pendekatan seni dan kearifan lokal. Dalam perkembangannya Sunan Kalijaga dan anggota Walisongo lainnya mereformasi seni pertunjukan wayang berdasarkan aturan yang disepakati bersama, yaitu :

ü   Seni wayang perlu diteruskan dengan perubahna-perubahan yang disesuaikan dengan perkembangan zaman.

ü   Bentuk wayang yang berupa arca-arca harus durubah

ü   Merubah cerita dewa-dewa menjadi cerita yang Islami

ü   Cerita wayang haruis menitikberatkan pada keimanan, ibadah, akhlak dan sopan santun

ü   Pagelara wayang diselenggarakan denan tata cara yang sopan dan santun dan jauh dari kemaksiatan.

Salah satu contoh perubahan pada cerita wayang yang diterapkan oleh Walisongo antara lain :  cerita dewa-dewa yang menjdai tokoh sesembahan diubahn susunan silsilahnya menjadi keturunan Nabi Adam AS, dari jalur Nabi Syits, begitu juga tokoh-tokoh yang diidolakan dalam ajaran kapitayan, seperti sosok Semar, gareng Pertuk dan Bagong dimuculkan sebagai Punakawan yang mampu mengalahkan dewa-dewa Hindu. Sunan Kalijaga tampil dengan kepiawaian sebagai dalang, berkeliling ke berbagai tempat untuk menjadikan Islam berkemang luas di Nusantara.   

b.        Mengubah tradisi, Budaya, dan kearifan lokal.

Melalui kebudayaan pendekatan dalam pewayangan, tembang-tembang dan akulturasi arsitektur masjid, Sunan Kalijaga mampu mendapatkan simpati dan tempat terbiak di hati para pengikutnya. Hal ini membuktikan bahwa proses masuknya Islam di Nusantara yang menmggabungkna kebudayaan lokal dan Islami sudah berlangsung sejak lama. Tembang atau Puisi tradisional Jawa telah dijadikan media dakwan Sunan Kalijaga. Beberapa tembang yang cukup dikenal di masyarakat jawa hingga kini adalah kidung Rumekso ing Wengi, Ilir-Ilir yang memuat ajaran spiritual.     

Dalam pembamngunan masjid Agung Demak, seiring dengan berdirinya kerajaan Demak Bintara tahun 1479 M, melibatkan para Walisongo. Sunan  kalijaga adalah tokoh yang ikut langsung dalam pendirian masjid itu. Selain sebagai tempat ibadah, masjid Gung demak mmeiliki artistektur berpua atap tumpang berbentuk limas, dan bersusun tiga, yang merupakan akulturasi arsitektur islami dan Hindu-Budha sebagai kearifan lokal dalam mempertahankan kebudayaan Nusantara.  

4.        Meneladani Kepribadian Sunan Kalijaga Dalam kehidupan Sehari-hari

Sunan Kalijaga merupakan sosok ulama; yang berkepribadian mulia, diantaranya :

a.        Senang menolong orang lain terutama kepada fakir miskin.

b.        Tidak membeda-bedakan manusia dalam berdakwah

c.         Senang menuntut ilmu

d.        Cinta damai walau antar agama, suku, ras dan bangsa.

0 Response to "DARING SKI KELAS 6 PART 001 SUNAN KALIJAGA"

Posting Komentar