DARING QUR'AN HADITS KELAS 6 PART 001


SURAT AD-DUHA
Al qur’an adalah kitab suci terakhir yang di turunkan oleh Allah kepada nabi Muhammad , melalui perantara malaikat Jibril sebagai pedoman hidup bagi seluruh umat manusia. Allah mencitakan mausia berbagai suku-suku dan bangsa agar supaya mereka saling mengenal. Tugas utama bagi seorang rasul (utusan Allah ) adalah menyampaikan wahyu yang diturunkan kepadanya agar manusia berada di jalur yang lurus dan tetap dalam kaedah kebenaran. Allah , tidak akan mengazab suatu kaum (bangsa) yang melakukan dosa (maksiat) kecuali Allah telah mengutus seorang Rasul yang memberi peringatan dan nasehat kepada mereka.


menurut susunannya surat Ad-Duha menepati urutan ke-93 dari 114 surat dalam Al-Qur’an, yang terdiri dari 11 ayat dan di turunkan di Kota makah sehingga di golongkan sebagai surat Makiyyah. Nama Surat Ad-Duha diambil dari ayat pertama yaitu lafal Ad-Duha, yang artinya “demi waktu Duha”.

Latar belakang (asbabun nuzul) diturunkannya surat ad-Duha adalah ketika Nabi Muhammad , merasa sedih karena selama 15 hari tidak menerima wahyu (fatrul wahyi) dan orang-orang kafir mengejeknya. Mereka mengatakan bahwa Allah telah nabi Muhammad . Mendengar ucapan itu kemudian Rasulullah sangat sedih dansangat merindukan untuk mendapat wahyu lagi Salah satu alasan diturunkannya surat Ad-Duha adalah untuk menghibir nabi Muhammad , bahwa selama ini Allah tidak pernah meninggalkan Nabi Muhammad dan umat Islam, sebagai pelipur lara bagi abi Muhammad dan umat Islam.  
   

A.       Membaca Surat Ad-Duha
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
وَالضُّحٰى ﴿1﴾ وَالَّيْلِ إِذَا سَجٰى ﴿2﴾ مَا وَدَّعَكَ رَبُّكَ وَمَا قَلٰى ﴿3﴾ وَلَلْآخِرَةِ خَيرٌ لَكَ مِنَ اْلأُوْلٰى ﴿4﴾ وَلَسَوْفَ يُعْطِيْكَ رَبُّكَ فَتَرْضٰى ﴿5﴾ أَلَمْ يَجِدْكَ يَتِيْمَا فَئٰاوٰى ﴿6﴾ وَوَجَدَكَ ضَآلًّا فَهَدٰى ﴿7﴾ وَوَجَدَ عَآئِلًا فَأَغْنٰى ﴿8﴾ فَأَمَّا الْيَتِيْمَ فَلَا تَقْهَرْ ﴿9﴾ وَأَمَّا السَّائِلَ فَلَا تَنْهَرْ ﴿10﴾ وَأَمَّا بِنِعْمَةِ رَبِّكَ فَحَدِّثْ ﴿11﴾
Artinya :
Dengan menyebut nama Allah yang maha Pengasih lagi Maha Penyayang
1.        Demi waktu Duha (ketika matahari naik sepenggalah)
2.        Dan demi malam apabila telah sunyi
3.        Tuhanmu tidak meninggalkanmu (Muhammad) dan tidak (pula) membencimu
4.        Dan sungguh, yang kemudian itu lebih baik bagimu dari yang permulaan
5.        Dan sungguh, kelak Tuhanmu pasti memberikan Karunia-Nya kepadamu
6.        Bukankah Dia mendapatimu sebagai seorang yatim, lalu Dia melindungi(mu)
7.        Dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang bingung,  lalu Dia memberikan petunjuk
8.        Dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang kekurangan,  lalu Dia memberikan kecukupan
9.        Maka terhadap anak yatim janganlah engkau  bersewenang-wenang
10.     Dan terhadap orang yang meminta-minta janganlah engkau menghardiknya
11.     Dan terhadap nikmat Tuhanmu hendaklah engkau nyatakan (denga bersyukur)
  
B.       Asbabun Nuzul Surat Ad-Duha
Asbabun Nuzul merupakan salah satu cabang ilmu Al-Qur’an yang membahas tetang peristiwa turunnya wahyu dimana wahyu itu turun sesuai keadaan dan permasalahan yang dialami oleh nabi Muhammad dan umat Islam.
Adapun  Asbabun nuzul turunnya surat Ad-Duha seperti pada nukilan diatas, menurut hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad  dari Sahabat Jundub bin Abdullah sebagai berikut :
عَنْ جُنْدُبٍ يَقُوْلُ اِشْتَكِى النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَلَمْ يَقُمْ لَيْلَةً أَوْ لَيْلَتَيْنِ فَأَتَتْ اِمْرَأَةً فَقَاَلَتْ: يَا مُحَمَّدُ, مَا أَرٰى شَيْطَانَكَ إِلَّا قَدْ تَرَكَكَ, فَأَنْزَلَ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ "وَالضُّحَى وَالَّيْلِ إِذَا سَجَى مَا وَدَعَكَ رَبُّكَ وَمَا قَلَى" (رَوَاهُ أَحْمَدُ)
Artinya :
Dari Jundub ibni Abdullah, dia berkata “” Nabi Muhammad menderita sakit sehingga dia tetap berbaring ditempat tidurnya dan tidak bangun untuk shalat tahajjud semalam atau dua malam. Kemudian datang seorang wanita dan berkata “Wahai Muhammad, aku melihat setanmu (pembisikmu) telah pergi meninggalkanmu”. Lalu Allah menurunkan (surat Ad-Duha ayat 1-3) Demi waktu Duha, dan demi malam yang telah sunyi, Tuhanmu tidak meninggalkanmu (Muhammad) dan tidakpula membencimu”. (H.R Ahmad)
C.       Isi Kandungan Surat Ad-Duha
1.        Ayat pertama
Pada ayat awal ini Allah bersumpah dengan menggunakan waktu Duha adalah waktu terbaik untuk dan menyegarkan untuk menjalankan aktifitas  seperti bekerja, olahraga, atau untuk belajar. Hal ini menunjukkan isyarat untuk menyegarkan kembali kondisi Rasulullah setelah beberapa hari berada dalam kesedihan karena tidak adanya wahyu yang turun.  
2.        Ayat kedua
Pada ayat kedua Allah bersumpah menggunakan waktu malam. Waktu malah yang telah sunyi merupakan waktu yang palng baik untuk beristirahat, menghilanghkan rasa lelah, penat dan capek setelah seharian bekerja. Dan istirahat terbaik adalah tidur di malam hari.
3.        Ayat ketiga
Pada ayat ketiga ini menggambarkan bahwa Allah , tidakpernah meninggalkan Rasulullah ,  sebagai manusia yang paling dicintai Allah untuk mengemban tugas suci dan Allah tidak pernah keliru dalam memilih makhluk-Nya yang terbaik. Allah mengamanatkan aama Islam kepada Rasulullah ,  untuk disampaikan kepada seluruh umat manusia, dan Allah tidak akan mungkin kecewa kepada makhluk pilihan-Nya ini sehingga tidak mungkin pula Allah meninggalkannya, bahkan sebaliknya, Allah akan selalu melimpahkan Rahmat dan Kasih Sayang-Nya kepada Nabi Muhammad .
Awal surat Ad-Duha berisi kabar yang sangat menenteramkan dan menyejukkan hati Nabi Muhammad , yang sedang gelisah. Nabi Muhammad , sangat gembira dengan turunnya wahyu (surat ad-duha ayat 1-3) tersebut sampai-sampai beliau megucapkan kalimat takbir berkali-kali. Dari sinilah para ulama’ berpendapat bahwa mengucapkan kalimat takbir saat membaca surat Ad-Duha dan surat-surat berikutnya adalah sunah hukumnya.
4.        Ayat keempat
Bagian dari ayat ini menjelaskan kepada Nabi Muhammad , dan juga kaum muslimin bahwa kehidupan akhirat yang kekal itu lebih baik dan lebih diutamakan ketimang kehidupan dunia yang bersifat fana (rusak). Nabi Muhammad , pun memberikan tauladan untuk bersikap zuhud (meninggalkan kemewahan dan kesenangan dunia). Sesuatu yang berkaitan dengan akirat beliau lebih utamakan dari pada urusan dunia. Namun beliau juga tidak melalaikan urusan dunia karena bagaimanapun juga dunia adalah sarana / jalan untuk menuju akhirat.
Imam Ahmad meriwayatkan dalam sebuah hadits dari sahabat Ibnu Mas’ud dikisahkan bahwa “Rasulullah , pernah tidur miring diatas sebuah tikar hingga membekas dipunggung beliau. Ketika beliau bangun, aku (ibnu Mas’ud) mengusap punggung beliau sambil berkata “Ya Rasulallah, sudilah kiranya engkau menjawab mengizinkan kami untuk menghamparkan satu alas di tikar ini.” Rasulullah menjawab “Apalah artinya dunia bagiku. Sesungguhnya perumpamaanku dengan dunia ini hanyalah sperti seorang pengendara yang berteduh dibawah pohon, istirahat disana, lalu meninggalkannya” ” (H.R Ahmad)   
5.        Ayat kelima
Allah memberikan kabar gembira kepada Nabi Muhammad , bahwa kelak diakhirat beliau akan dikaruniai nikmat yang banyak yang tidak pernah diberikan kepada orang lain. Beliau juga diberi izin untuk memberikan syafaat (pertolongan) kepada orang lain terutama umatnya yang selalu beliau perhatikan, dimana satu-satunya nabi yang bisa memberikan syafaat/pertolongan hanyalah nabi Muhammad , bahkan nabi-nabi yang lainpun meminta syafaat kepada beliau , Anugerah yang akan diterima oleh nabi Muhammad , berupa kemewahan surga yang penuh dengan kenikmatan yang mana mata tidak pernah melihatnya, hati tidak pernah merasakannya, telinga tidak pernah mendengarnya, bahkan keindahannya tidak pernah terintas dalam pikiran manusia karena tidak otak mampu untuk menjangkaunya.  
6.        Ayat keenam
Pada ayat ini Allah mengingatkan kembali bahwa betapa besarnya nikmat Allah , yang telah dianugerahkan kepada Nabi Muhammad , sejak beliau masih dalam kandungan ibunya ia dalam keadaan yatim. Enam tahun setelah kelahiran beliau ibunya pun meninggal dunia, lalu ia diasuh oleh kakeknya Abdul Muthalib. Dua tahun merawat nabi Muhammad kecil kakeknya meninggalkan belia untuk selama-lamanya, dan beliau dititipkan kepada pamannya Abu Thalib  hingga beliau dewasa dan berkeluarga.
Keadaan Nabi Muhammad , dimasa kecil sangatlah miskinyatim piyatu pula serta tidak ada warisan harta yang ditinggalkan oleh kedua orang tuanya. Meskipun demikian Allah , tetap menjaga dan melindunginya samai dewasa dan dapat bekerja sendiri. Menginjak usia 40 tahun, beliau diangkat menjadi nabi sealigus Rasul terakhir sebagai penutup para nabi sebelumnya, dengan tugas membawa risalah islamiyah kepada seluruh umat manusia. Inilah kasih sayang Allah kepada Nabi Muhammad , yang begitu besarnya, sehingga Allah mengangkat derajatnya sebagi pemimpinyya para Nabi, utusan paling sempurna, dengan agama yang paling sempurna pula.   
7.        Ayat ketujuh
Ayat ini juga mengingatkan kepada nabi Muhammad , bahwa betapa besar karunia Allah yang diberikan kepada Nabi Muhammad . Sebab pada zama jahiliyah kala itu, tidak banyak orang yang bisa membaca dan menulis teremasuk Nabi Muhammad , sendiri sehingga beliau mendapat sebutan Al-Ummi (yang tidak dapat membaca dan menulis). Beliau tidak bia membaca kitab-kitab suci yang diturunkan Allah kepada nabi-nabi sebelumnya, lagi pula kitab-kitab itu diturunkan bukan untuk bangsa Arab atau bukan utuk seluruh bagsa, melainkan pada satu bangsa saja yaitu bangsa Israil saja. Artinya selain bani Israil (keturunannya Nabi Ya’kub bin nabi Ishaq bin nabi Ibrahim), bangsa lain tidak berhak / tidak memiliki kewajiban utuk mengikutinya. Kondisi semacam itu membuat Nabi Muhammad , belum mengenal apa itu iman seperti nabi-nabi yang diutus sebelumnya.
Masa kegelapan dari petunjuk Allah , akhirnya berakhir dengan diutusnya Nabi Muhammad dari kota Makkah yang berdarah bangsa Arab (Nabi Isma’il bin Nabi Ibrahim) bukan dari golongan bani Israil, yaitu ditandai dengan rturunnya Wahyu pertama kali pada malam 17 bulan Ramadhan, yang kemudian hari untuk menandai peristiwa munculnya agama Islam pertama kali di dunia ini disebut sebagai malam Lailatul Qadar (yaitu satu malam yang penuh dengan kemuliaan yang menandingi kebaikan ibadah selama seribu bulan)
8.        Ayat kedelapan
Nabi Muhammad yang lahir dari golongan masakini (jamak dari kata miskinun yang di jer-kan) serta yatim itu menambah beban berat dalam menapaki perjalanan hidup yang harus dilaluinya, orang yang merawat beliau setelah sepeninggalan ibunya pun bukan orang kaya, walau kakeknya Abdul Muthalib adalah seorang raja, pemegang kunci pintu Ka’bah, namun raja yang tidak bermahkota dan tidak bpula bertahta duduk di singgasana. Namun pada akhirnya karena sifat qonaah (menerima ketentuan Allah dengan sepenuh hati) dan kesabarannya Allah mengubah  nasib nabi Muhammad muda menjadi seorang pedangang yang handal dan dapat dipercaya serta dapat membawa keuntungan yang lebih bagi bos-nya sehingga cukup untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Karena keberhasilan Nabi Muhammd muda bos-nya itu (Sayyidah Khadijah) pun akhirnya menaruh hati dan hendak menjadikannya sebagi seorang suami.
9.        Ayat kesembilan
Pada ayat ke sembilan ini Allah memerintahkan kepada nabi Muhammad , dan umat Islam supaya tidak berlaku sewenang-wenang terhadap anak yatim. Mengingat kanjeng Nabi Muhammad , sendiri lahir dalam keadaan yatim. Dengan keadaan yang demikian itu Allah memerintahkannya untuk berbuat baik dan berlemah lembut kepada anak yatim, bahkan dalam satu riwayat yang intinya menyatakan bahwa orang yang menanggung beban kebutuhan anak yatim maka kelak disurga ia akan duduk berdampingan dengan Rasulullah ,  dan tak akan terpisahkan.   
10.     Ayat kesepuluh
Sebegai pelengkap ayat 9, ayat kesepuluh ini juga memerintahkan kepada kita untuk bersikap baik kepada fakir misikn/orang yang kurang mampu dalam perekonomian. Mengingat kanjeng Nabi Muhammad , sendiri saat masih kecil juga hidup serab kekurangan dan diasuh oleh kakek dan pamaanya yang juga msikin harta. Juga memerintahka kepada kita agar tidak berlaku kasar terhadap pengemis / peminta-minta. Selain kepada mereka kita juga diharuskan untuk menjaga martabat / kehormatan mereka. Allah , menitipkan harta mereka (fakir misikn) kepada kita (orang kaya / berada) oleh karena itu orang yang berharta wajib hukumnya menyisihkan sebagian hartanya untuk mereka, karena itu hak bagi mereka. Perintah ini berlaku bagi semua umat Islam seluruh dunia. Mengingat ini adalah perintah Allah , maka kita harus mengindahkannya.
11.     Ayat kesebelas
Dan terhadap nikmat Allah, hendaklah engkau mensyukurinya, yaitu dengan cara menyebut-nyebutnya agar kita menjadi orang yang sellau bersyukur terhadap karuia-Nya yang dilimpahkan kepada kita. bukan untuk pamer / riya’, karunia Allah , untuk apapun bentuknya itu wajib disyukuri. Jika kalian mau bersyukur maka Allah , akan menambah karunia-Nya (kenikmatan) kepada kalian, namun jika kalian mengingkari nikmat-Nya niscaya Azab Allah , sangatlah pedih. 

Demikian nukilan dari surat Ibrahim ayat 7 yang menjadi membawa gembira sekaligus kabar mengerikan bagi kita. dalam kehidupan ini banyak orang beranggapan bahwa harta yag dimilikinya adalah hasil jerih payah dan usahanya sendiri, ia tidak sadar, bahwa dibalik kesuksesannya itu terdapat karunia Allah sebagai bahan ujian bagi mereka.
Demikian 11 kandungan Surat Ad-Duha sebagai bahan renungan untuk kita. sebagai Umat islam sudah sepatutnya kita mengamalkan isinya sehingga menjadi manusia sebaimana fitrah dilahirkanya manusia yakni sebagai kholifah fil ardhi.     

D.       Keutamaan Surat Ad-Duha

0 Response to "DARING QUR'AN HADITS KELAS 6 PART 001"

Posting Komentar